Arsip untuk Agustus, 2007|Halaman arsip bulanan

Anger Management

Controlling anger before it controls you. Aku pun setuju kalo marah itu nggak baik. Karena marah bisa menyebabkan seseorang bertindak fokus hanya pada penyebab kemarahannya, orang yang ada pada kondisi tersebut, tak mampu berpikir jernih. Kemarahannya lah yang mengontrol semua tindakannya.

”Dan jika kamu melakukan pembalasan, balaslah seperti yang mereka lakukan kepadamu. Tetapi jika kamu bersabar, maka kesabaranmu itu lebih baik bagimu. Dan hendaklah kamu tabahkan hatimu, dan hendaklah ketabahan hatimu itu karena berpegang kepada Allah. Jangan pula kamu bersedih hati terhadap perbuatan mereka. Jangan pula kamu bersesak dada terhadap apa yang mereka rencanakan.” (QS 16: 126-127).

Tapi bagaimana lagi?……….

Orang Gunung

Ketika seorang ibu, yang harus memikirkan kebutuhan anak-anaknya. Maka pertama kali ia harus melipat selimut hangatnya, meninggalkan tempat tidurnya yang nyaman, lalu mengambil air wudhu yang dingin luar biasa, demi shalat shubuh yang nggak mungkin ia tinggalkan. Sekarung penuh wortel, akan dijualnya kepasar…dengan jarak kurang lebih 20 kilometer jauhnya. Hasil penjualan wortel tersebut, ia tukarkan sepenuhnya dengan kebutuhan-kebutuhan hidup dirinya dan anak-anaknya, mengingat rumahnya begitu jauh dengan pasar,,,,(dan nggak mungkin di puncak gunung ada mall ?). Masih dengan jalan kaki dan jarak yang sama…si ibu tersebut pulang kerumahnya dengan perasaan bahagia,
memenuhi harapan anak-anaknya di rumah tentang bayangan oleh-oleh yang menyenangkan sepulang ibunya dari pasar….
Sederhana. Memang apa yang menarik dari ilustrasi diatas? Bagiku,,,,jalan kaki 20 kilo tiap pp ke pasar itu. Mungkin itulah kenapa, orang gunung banyak yang awet muda, mengingat hidupnya begitu super membutuhkan tenaga.
Jantung mereka selalu terlatih, bukan oleh suara-suara, tetapi oleh medan yang selalu berliuk. Paru-paru mereka senantiasa menghirup kemurnian udara, yang tak tercemar. Telinga mereka dibiasakan mendengar keheningan, oleh lembutnya kabut yang menentramkan jiwa……………
Bagi temen-temen yang benar tahu aku, mungkin cerita tadi adalah dongeng tentang masa depanku? Heeee….ya nggak seekstrim itu lah! memang, aku sukaaa dengan alam….mungkin kalau memang benar di cerita tadi adalah benar aku…skenarionya akan kuganti. Mungkin sebaiknya ibu tersebut menyuruh suaminya saja untuk pergi kepasar….heheheheheheheh
Bagiku, tempat yang lapang, kicau burung, udara segar, sinar matahari dan hijau dedaunan, itu saja sudah cukup. Tapi, bukankah dimasa depan nanti hal seperti itu adalah sesuatu yang benar sulit?
Banyak dari kalian mengejekku “Heh, syukurin ntar dapet orang gunung!”, “Biarin asal bukan orang hutan?” jawabku. Maaf ya temen-temen, aku beneran nggak suka kalo kalian ajak aku muter-muter di mall, membuat kaki pegal-pegal saja…..