Arsip untuk Januari, 2008|Halaman arsip bulanan
Duh Pangeran….
HambaMu ini,
tak lebih dari sepotong kue
yang mudah bagi taring-taring hawa nafsu untuk melumatnya.
begitu kecil,
begitu mudah dihanyutkan meski oleh setetes embun.
seringan kapas, bahkan dengan sayap,
yang mudah bagi angin menghempasnya, kemana saja.
sesombong matahari yang membakar gurun,
meski tak sebutir atompun mampu memberi api.
begitu tidak murni,
semudah aliran sungai yang terkotori oleh lumpur.
ya rabb,
mengapa begitu terjal untuk menjadi putri tercantik bagiMu.
Komentar (2)

