Ketika kita berpikir tentang kesuksesan, yang terlintas mungkin pikiran akan kekayaan dan kemakmuran kita di masa depan. Mobil mewah, rumah megah, perhiasan wah, penghasilan melimpah..
Dan setelah dipikirkan lagi, sebenarnya untuk apa itu semua? Sebagian berpikir untuk mencukupi diri dan
keluarganya agar terhindar dari kasta rendahan.Sebagian untuk gagah-gagahan. Sebagian terlalu bermimpi, jika makna kesuksesan tersebut berhasil diraih maka hidupnya akan bahagia.
Dan apa sih bahagia itu? Tak mungkin seorang-pun didunia ini tak menginginkan kebahagiaan.
Tapi seringnya mereka tersesat pada kebahagiaan yang semu. Kebahagiaan yang hanya dianggap sebatas dunia. Dan aku yakin orang-orang seperti itu selalu berpikiran ingin bunuh diri dengan cara mengikat lehernya bersama dasi.
Kebahagiaan sejati itu : Kebahagiaan yang senantiasa ada di dua kehidupan, dunia dan akhirat.
Kesuksesan dunia tercapai jika kita berbahagia dengan memaknai tujuan kita diciptakan.
Yang terbesar adalah bagaimana kita bisa membahagiakan sebanyak-banyaknya orang. Apakah kita
bermanfaat bagi orang lain?
9 Mei




Posted by wong alit on Mei 11, 2008 at 12:27 pm
makna kebahagianan itu tak bersekat, yang namanya bahagia ya tetap bahagia saja. tak ada orang yang tak ingin bahagia di negeri dunia atau di negeri akherat saja, yang jelas bagaimana kita bahagia di kedua negeri tersebut.
Posted by kuro on Juni 14, 2008 at 4:41 pm
apakah ini ada hubungane sama TA ren?
kebahagian dimataku saat ini, adalah bagaimana aku membahagiakan diriku sendiri dan orang disekitarku
Posted by Anticolonialism on Juni 19, 2008 at 2:08 am
Somehow i missed the point. Probably lost in translation
Anyway … nice blog to visit.
cheers, Anticolonialism.