Sedikit Cahaya Di Celah Sempit
Saat dada sesak, pikiran penat, dan mata berkunang,
serta dunia mirip malam keseluruhan.
Lilin meleleh begitu cepatnya,
dan bayangan sendiri menjadi hantu.
Ia seorang yang membutuhkan bantuan.
Sekaligus ingin ditinggalkan.
Ia bernama apa saja,
kadang di sore hari bernama senja,
kadang di indah hujan bernama mendung.
Semoga ia tak putus asa.
Kehidupan memang,
pahit, getir
sebagian wajahnya.
Semoga ia sisakan ruang.
Meski sedikit dijiwanya,
bagi asa dan mimpi.
Semoga ia berterimakasih pada Tuhan,
yang memperbolehkan hambaNya menangis,
serta menjadikan air mata bukan sebagai dosa.
[to my friend : Don't be sad]
5 comments so far
Leave a reply



Mengetahui sesuatu dan memahami segala sesuatu itu lebih baik daripada mengetahui segala sesuatu tetapi…tidak memahami sesuatu
bersedihlah… karena kesedihan itu sendiri, terkadang memiliki alasan-alasan yang dibenarkan oleh syari’at, sehingga yang bersedih perlu bersabar dan mengharapkan pahala atas kesabarannya tersebut.
kalo boleh tau ini syapakah???
Anak mana???
mmmmm… sair
i’m confuse
but good poem