1

Dari kota mana,
Kau melihat bulan yang sama sempurna,
Bercahaya,
menjelmakan gubuk-gubuk reot,
Seakan berdinding marmer bagai sebuah istana.
Mungkin di dalam kastil yang tersembunyi.
Kau bisa mendengar suara
kehenginan seperti
tak berpenghuni.
Disaat dahan demi dahan di seluruh penjuru arah mata angin,
berbeda nasib oleh musim,
serta bergantian menghibur helai daun dengan tak abadi.
Bersemi, berguguran, terinjak !
keceriaan yang mudah terusir
awan hitam yang mendekat …

Kalau begini, siapa yang tak mau ?

Jika dalam Alchemist-nya Coelho mengatakan bahwa suatu yang kebetulan itu terjadi karena kinerja alam, aku mengatakan itu karena Allah Maha Besar.
Jika di Film Just My Luck suatu keberuntungan adalah bakat yang memang sudah menjadi milik manusia semenjak lahir, aku berpikir bahwa keberuntungan adalah pertolonganNya yang selalu tak terduga.
Dan entah sudah berapa kali aku selalu tertolong oleh kebesaranNya.
Ada saja, ketika aku yakin bahwa penolongku hanya Ia semata …. Yakin bahwa Ia tak kan pernah menyia-nyiakan hambaNya.

Teringat firmanNya :
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir; seratus biji Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki.Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui,” (QS. Al-Baqarah [2] : 261).

Bisa dibilang, Itulah alasan, logika dari kejadian yang bernama “kebetulan” dan “keberuntungan”

Lalu, apa kaitannya dengan memenuhi seruan untuk bersedekah? Jelasnya, Sedekah adalah penolak bala, penyubur pahala dan pelipat ganda rizki; sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat.
Kalau begini, siapa yang tak mau ?
Masih tak percaya ?

Ia Ada, Ia Cinta

Ia mampu menggetarkan dada,
tapi bukan rasa takut,
atau khawatir,,,,
Ia sulit dimengerti,
karena ia datang bagai satu paket asing tak berkode pos.
ia tak perlu bicara untuk saling berkata,
ia tak perlu bercermin untuk saling merefleksi,
ia tak perlu pikiran untuk mencerna,
ia yang hadir tak bermusim, serta pada mimpi indah,
Ia yang menjadikan keteguhan beriringan dengan ketulusan tak berbayar.
ia yang menjadi gema bagi setiap pendo’a,
mengirim harapan-harapan ke langit tertinggi.
ia ada,’tuk memberi kelegaan hati di akhir kisah…

Anggukan Universal

Kau bilang manusia tak sama,
dengan rupa, bahasa, negara, agama yang berbeda.
Pernah sekali
kita sama ditanya,
bahwa apa kita kepengen surga ?
Bahkan salah seorang menjawabnya, dalam do’a,

“Dan seandainya umur ini tak sampai pada mimpi akan dunia yang hanya sementara ini…jadikanlah surgaMu sebagai tempat ternyaman tanpa rasa sakit dan angan kosong.”

Kesasar….Tapi sudah kembali

[1]
-SMS-
Friend : Gimana kabarmu sekarang ?
Me : (sudah yang keberapa kali ne, harus jawab pertanyaan yang sama?) Alhamdulillah baek sekali.
Friend : I’m sorry for yesterday, i didn’t stayed at your side when you need.I’ll always hope the best for you..
Me : (ne, aku gk perlu dikasihani :( ) you don’t need to feel sorry.. i’m okay now.no matter…thanks
Friend : Kamu orangnya tertutup, teman-teman yang mau bantu jadi bingung
Me : (now, this is my terify was happened) kalo aku nggak minta bantuan ya udah jangan bingung mau bantu
Friend : Prinsipmu aneh…
Me : :/

[2]
-IGD-
Doctor : Kenapa nggak dari kemarin ?
Me : Bosan…
Doctor : … Memang sudah berapa kali nginep disini….Serius ?
Me : Saking banyaknya jadi lupa. Tanya ibu’ku ja dok…
…..
[pada akhirnya]
Doctor : Beri keterangan yang jelas,,,nanti bisa salah obat.
Me : :/ (...ni dokter galak banget)

[3]
-PHONE-
Mom : Lha kok bisa ?
Auntie : Iya,,,temene yang tadi datang kerumah
Mom : Ni aku lagi di sumedang
Auntie : Ada acara apa?
Mom : Lagi senam,,,,,
[tut tut tut]
-
My Old Sister : Oalah ren,,,mbok ya bilang kalo ada apa-apa itu.
Me : Memang ada apa ?
My Old Sister : Piye tho? Paklik belum kesitu ?
Me : Ngapain ?
My Old Sister : Katanya temenmu tadi datang. Katanya kamu sakit.
Me : Siapa ?
My Old Sister : gak tahu siapa.
[tut tut tut]

[4] Ending
-SMS-
Friend : Afwan ya ren, dah mengkhianati kepercayaan anti…..
Me : Nggak papa. An juga minta maap ya, dah banyak mendzolimi anti. Sekarang, pipti-pipti :)